Dinamika Akad Tunggal dan Akad Multi-Kontrak pada Lembaga Keuangan Syariah Bank

Authors

  • Yusraini Muharni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Dedah Jubaedah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Iwan Setiawan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Ian Rakhmawan Suherli Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Ishandawi Ishandawi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Keywords:

multi kontrak, al 'uqud al murakabah, Ijarah Muntahiyah bi Tamlik, gharar

Abstract

Penerapan akad tunggal dan multi-akad pada transaksi keuangan di Lembaga Keuangan Syariah Bank telah lama dipraktekkan. Diantara akad tunggal yaitu murabahah dan mudharabah, sedangkan pada akad multikontrak dikenal adanya ada (MMQ) dan akad Ijarah Muntahiyah bi Tamlik. Dalam perspektif fiqh, penerapan akad tunggal tidak menimbulkan perbedaan mengingat akad tunggal lebih mudah diidentifikasi dari segi rukun, syarat, dan konsekuensinya sesuai fiqih. Beda halnya dengan multi akad yang berisiko terkait pelanggaran prinsip syariah, seperti gharar (ketidakjelasan), riba, atau maysir (spekulasi). Menyikapi hal tersebut perlu dilakukan kajian lebih mendalam dari beberapa perspektif. Dengan mengadopsi metode studi literatur, artikel ini mencoba menggali lebih dalam kepada beberapa sumber hukum syariah Al-Qur'an, Hadis, Ijma’, Qiyas serta DSN MUI untuk memastikan bahwa baik akad tunggal maupun multi-akad pada LKS Bank memiliki kepastian hukum fiqh yang jelas.

References

Al Arif, M. Nur Rianto. (2012). Lembaga Keuangan Syariah. Pustaka Setia Bandung.

Aryanti, Y. (2016). Multi Akad (Al-Uqud Al-Murakkabah) Di Perbankan Syariah Perspektif Fiqh Muamalah. Jurnal Ilmiah Syari‘ah, 15(2), 13.

Haryono. (2019). Dinamika Dan Solusi Pengembangan Multi Akad (Hybrid Contract) Sebagai Basis Produk Perbankan Syariah. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis …. https://doi.org/10.30868/ad.v3i01.498

Sayuti, M. N. (2020). Kontekstualisasi Rasio Logis Hybrid Contract: Upaya Penguatan Persepsi Masyarakat terhadap Bank Syariah. AL IQTISHADIYAH JURNAL EKONOMI SYARIAH DAN HUKUM EKONOMI SYARIAH, 5(2), 111. https://doi.org/10.31602/iqt.v5i2.2542

Ahyani, H. & Muharir. (2020). Dialog Pemikiran Tentang Norma Riba, Bunga Bank, Dan Bagi Hasil Di Era Revolusi Industri 4.0. EKSISBANK: Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan, 4(2), 232–254. https://doi.org/10.37726/ee.v4i2.140

Az-Zuhaili, Wahbah;, B. P., & Abdul Hayyie Al-Kattani. (2011). Fiqih Islam wa Adillatuhu.

Ibrahim, D. (n.d.). AL-QAWA`ID AL-FIQHIYAH (KAIDAH-KAIDAH FIQIH).

Maksum, M. (2014). MODEL-MODEL KONTRAK DALAM PRODUK KEUANGAN SYARIAH. AL- ’ADALAH, XII(1), 14.

Muhammad, R., & Lanaula, R. (2019). Challenges of Islamic Supervisory in The Islamic Financial Technology Industry. Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 10(2), 311–338. https://doi.org/10.21580/economica.2019.10.2.3400

Siregar, S. (2015). AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH SESUAI PAPSI 2013. FEBI UIN-SU Press.

Sugiarto, S., Samsuri, A., & Sari, R. E. C. (2022). Penerapan Fatwa DSN–MUI Nomor: 08/DSN–MUI/IV/2000 Dalam Praktik Akad Pembiayaan Musyarakah Di Perbankan Syariah (Studi Kasus Di PT. BPRS Tanmiya Artha Kediri). Al-Muraqabah: Journal of Management and Sharia Business, 2(2), 146–165. https://doi.org/10.30762/almuraqabah.v2i2.274

Surepno, S., & Inayah, N. (2022). Analisis Kesesuaian Perlakuan Akuntansi Murabahah Berdasarkan PSAK 102 di BMT Usaha Artha Sejahtera. Al-Mal: Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Islam, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.24042/al-mal.v3i1.10812

Yusuf, M., Hasanudin, H., Azhari, F., Abduh, M. R., & Farhanah, S. A. (2023). Islamic Banks: Analysis Of The Rules Of Fiqh On The Fatwa Of The National Sharia Board-Indonesian Ulama Council. International Journal of Law, Environment, and Natural Resources, 3(1), 21–37. https://doi.org/10.51749/injurlens.v3i1

Downloads

Published

2025-01-26

How to Cite

Muharni, Y., Jubaedah, D., Setiawan, I., Suherli, I. R., & Ishandawi, I. (2025). Dinamika Akad Tunggal dan Akad Multi-Kontrak pada Lembaga Keuangan Syariah Bank. Eco-Iqtishodi: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Keuangan Syariah, 6(2), 185–194. Retrieved from http://ojs.ikopin.ac.id/ecoiqtishodi/article/view/323