Fiqih Perbandingan Memanfaatkan Barang Gadai oleh Murtahin dan Penerapannya dalam Gadai Syariah di Indonesia

Authors

  • Nanang Sobarna Universitas Koperasi Indonesia
  • Dedah Jubaedah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Iwan Setiawan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Keywords:

Fiqh Perbandingan, Gadai Syariah, Imam Madzhab

Abstract

Dalam praktik gadai syariah, sering muncul permasalahan terkait apakah murtahin diperbolehkan memanfaatkan barang gadai untuk kepentingannya sendiri atau tidak. Setiap mazhab memiliki dasar pemikiran dan landasan dalil yang berbeda terkait hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hukum mengenai kebolehan murtahin (penerima gadai) dalam memanfaatkan barang gadai (rahn) berdasarkan perspektif empat imam madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) serta mengevaluasi penerapannya dalam produk gadai syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang komprehensif, mencakup analisis kitab-kitab fiqih klasik, jurnal nasional terakreditasi, dan jurnal internasional yang terindeks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan yang signifikan antara empat imam madzhab. Madzhab Hanafi memperbolehkan murtahin memanfaatkan barang gadai dengan syarat adanya izin eksplisit dari rahin (pemberi gadai), karena dianggap sebagai bentuk akad ijarah (sewa). Sebaliknya, madzhab Maliki hanya memperbolehkan dalam kondisi darurat atau ketika
terdapat kesepakatan yang jelas, dengan tetap menekankan pada prinsip menghindari unsur riba. Madzhab Syafi'i melarang pemanfaatan barang gadai oleh murtahin secara tegas, karena dipandang sebagai potensi eksploitasi terhadap pemberi gadai. Sementara itu, madzhab Hanbali memberikan kelonggaran dengan syarat adanya kesepakatan antara pihak rahin dan murtahin dan adanya maslahat yang nyata. Dalam praktik gadai syariah di Indonesia, mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn , yang menegaskan larangan pemanfaatan barang gadai oleh murtahin, kecuali dalam konteks akad ijarah yang terpisah.

References

Abu Abdillah Malik ibn Anas al-Asbahl. (1992). Muwatta’ Malik, Juz. II. Dar Ihya’ alTuras al-‘Arabi.

Abu Dawud. (2022). Sunan Abi Dawud. Dar Al-Ma’rifah.

Al-Ghazali, M. (2020). Ihya Ulum al-Din. Dar Al-Salam.

Al-Kasani, A. (2022). Bada’i’ al-Sana’i’ fi Tartib al-Shara’i’. Dar Al-Fik.

Al-Khalil, A. (2019). Mukhtasar Khalil. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah.

Al-Marghinani, B. (2019). Al-Hidayah: A Guide to Islamic Jurisprudence. Dar AlSalam.

Al-Nawawi, Y. (2021). Al-Majmu’ Sharh al-Muhadhdhab. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyya.

Al-Qurtubi, M. A. (2021). Tafsir Al-Qurtubi. Dar al-Fikr.

Al-Syafi’i, M. (2021). Al-Risalah. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah.

Al-Zuhaili, W. (2011). al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhu 1. In Damascus: Dar Al-Fikr.

Bank Syariah Indonesia. (2023). Digitalisasi Produk Gadai Syariah melalui Platform E-Rahn. Laporan Tahunan BSI. Bank Syariah Indonesia.

Bukhari, M. I. (2022). Sahih al-Bukhari. Dar al-Fikr.

Ibn Abidin, M. (2021). Radd al-Muhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar. Dar al-Fikr.

Ibn Hajar Al-Asqalani, A. (2019). Fath al-Bari bi Sharh Sahih al-Bukhari. Dar al-Fikr.

Ibn Rajab, A. (2020). Jami’ al-Ulum wa al-Hikam. Dar Al-Bayan.

Ibn Rushd, M. (2020). Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtasid. Dar al-Fikr.

Ibnu Taymiyah. (n.d.). Majmu’ Fatawa Ibnu Taymiyah, jilid VIII.

Lexy J. Moleong, D. M. A. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT. Remaja Rosda Karya. https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2013.02.055

Lubaba, A. (2020). IMPLEMENTASI AKAD RAHN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM. Ecopreneur : Jurnal Program Studi Ekonomi Syariah.

https://doi.org/10.47453/ecopreneur.v1i2.155

MUI, D. S. N. (2016). Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 25/DSN-MUI/III/2002. Dewan Syariah Nasional MUI, 7(1), 3.

Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Statistik Perbankan Syariah: Perkembangan Layanan Gadai Syariah di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan.

Pegadaian Syariah Indonesia. (2022). Panduan Produk Gadai Syariah. Pegadaian Syariah.

Qudamah, I. (2013). Al-Mughni. In Jakarta: Pustaka Azzam.

Sudarsono, H. (2020). Gadai Syariah: Peluang dan Tantangan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia, 12(3).

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

2025-01-26

How to Cite

Sobarna, N., Jubaedah, D., & Setiawan, I. (2025). Fiqih Perbandingan Memanfaatkan Barang Gadai oleh Murtahin dan Penerapannya dalam Gadai Syariah di Indonesia. Eco-Iqtishodi: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Keuangan Syariah, 6(2), 219–234. Retrieved from http://ojs.ikopin.ac.id/ecoiqtishodi/article/view/326