Pemahaman Balanced Scorecard (BSC) UKMK di Desa Cipancar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut Jawa Barat

Authors

  • Deddy Rusyandi Universitas Ekuitas Indonesia
  • Hamidah Hamidah Universitas Ekuitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32670/ecd.v7i2.309

Keywords:

UMKM; BSC; Berkelanjutan, Kinerja; Perspektif.

Abstract

Desa Cipancar, memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup besar dan beragam. Secara geografis, desa ini berada pada wilayah yang mendukung aktivitas pertanian, perkebunan, dan peternakan. Mata pencaharian masyarakat didominasi oleh sektor ekonomi produktif, antara lain perkebunan kopi rakyat, pertanian sayuran dan buah-buahan, peternakan ayam, kambing, dan sapi, serta industri kreatif rumah tangga seperti produksi hiasan melati pernikahan artifisial.

Pada umumnya pelaku UMKM di Desa Cipancar belum menerapkan pengelolaan usaha yang terstruktur dan berbasis sistem. Perencanaan usaha, pengorganisasian kegiatan produksi, pencatatan keuangan, dan pengambilan keputusan masih dilakukan secara sederhana dan informal.

Dalam mengukur kinerja usahanya para pelaku masih mengacu pada perspektif finansial yang prosesnya pun masih sederhana, dimana mengukur melalui perspeltif finansial saja hanya bersifat jangka pendek. Oleh karena itu diperlukan suatu program pengabdian kepada masyarakat yang terencana dan terintegrasi untuk meningkatkan manajemen bisnis berbasis teknologi serta merevitalisasi produk unggulan desa melalui digitalisasi. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai tambah produk, efisiensi usaha, dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Cipancar.

Salah satu program pengabdian kepada masyarakat yang perlu dilakukan adalah pemahaman tentang balance scorecard untuk mendorong UMKM sustain (berkelanjutan).

References

Hapsari, P. D., Setiawan, A., & Nugroho, L. (2022). Penerapan manajemen keuangan pada usaha mikro kecil dan menengah untuk meningkatkan kinerja usaha. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 14(1), 33–44.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2022). Transformasi digital UMKM Indonesia. Kemenkop UKM RI.

Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2017). Marketing 4.0: Moving from traditional to digital. John Wiley & Sons.

Nugroho, A. (2023). Digitalisasi desa sebagai strategi penguatan ekonomi lokal. Journal of Rural Development, 8(2), 101–112.

OECD. (2019). SME and entrepreneurship outlook 2019. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/34907e9c-en

Putri, N. A., & Santoso, B. (2021). Strategi branding produk lokal dalam meningkatkan daya saing UMKM. Jurnal Pemasaran Kompetitif, 15(2), 45–57.

Rahayu, R., & Day, J. (2017). E-commerce adoption by SMEs in developing countries: Evidence from Indonesia. Journal of Small Business and Enterprise Development, 24(3), 540–556.

Susanti, E., Gunawan, T., & Sari, M. (2020). Digitalisasi UMKM sebagai upaya peningkatan daya saing usaha. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 23(1), 1–12.

Suryanto, T., Prabowo, H., & Widodo, A. (2024). Village-based e-commerce and local product competitiveness. Sustainability, 16(3), 1–15.

Wardoyo, P., & Rusdianti, E. (2020). Peran digital marketing dalam peningkatan kinerja UMKM. Jurnal Manajemen, 24(2), 189–204.

https://bidangusaha.co.id/pengertian-balanced-scorecard/?gad_source=1&gad_campaignid=21167839328&gbraid=0AAAAA9ijiuM32jXh3e2moAgx2NEtFt4yC&gclid=CjwKCAjw6f3RBhApEiwAMaCqWfVZnNEVM44XqZ-3qeLSbgES-fqIuag64plkUqH3-QZTeifwlNVjexoCwusQAvD_BwE

Downloads

Published

2026-08-10