Gerakan Sigap Stunting (Gesit) Melalui Penyuluhan Sosial dan Pelatihan Pengolahan Bahan Makanan Lokal di Desa Cikondang Kabupaten Sumedang

Authors

  • Asep Saepudin Universitas Pendidikan Indonesia
  • Wiwit Widiansyah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Irniyati Samosir Universitas Pendidikan Indonesia
  • Nandang Susila Universitas Pendidikan Indonesia
  • Ani Rindiani Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Keywords:

stunting, penyuluhan dan pelatihan, makanan lokal

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana anak memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari World Health Organization (WHO). Stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan Penyuluhan sosial dan Pelatihan pengolahan bahan makanan lokal dalam upaya menanggulangi terjadinya stunting. Rangkaian kegiatan penyuluhan sosial dan pelatihan pengelolaan makanan lokal sebagai program intervensi edukasi diharapkan dapat menanggulangi terjadinya stunting di masyarakat. Kegiatan penyuluhan sosial dan pelatihan pengolahan bahan makanan lokal yang dilakukan terdiri atas tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan desain program, penerapan program dan evaluasi program. Hasil dari penyuluhan sosial dan pelatihan pengolahan bahan makanan lokal bagi orang tua berhasil dapat meningkatkan kemampuan berwirausaha masyarakat yang pada gilirannya berdampak terhadap peningkatan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat mencegah terjadinya gizi buruk pada anak.

References

Agustin Mubiar & Pratama Yoga Adi. 2022. Keterampilan Berpikir Dalam Konteks Pembelajaran Abad ke-21. Refika Aditama: Bandung

Fattah, Nanang. . 2014. Analisis Kebijakan Pendidikan. Rosda Karya: Bandung.

Kementerian Kesehatan RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang (Pedoman Teknis Bagi Petugas Dalam Memberikan Penyuluhan Gizi, Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Pedoman Teknis bagi petugas dalam memberikan penyuluhan Gizi

Seimbang, 2014, Jakarta.

_______2020. Buku KIA Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan dan JICA

_______ 2020. Buku KIA Buku KIA Kesehatan ibu dan Anak.

_______ 202. 5 Pesan Kunci Pencegahan Stunting.

Kementrian Pendidikan. 2020. Permendikbud No. 3 Tahun 2020, tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Republik Indonesia.2014. Undang-Undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa.

_________ 2020. Rencana Penanganan stunting Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode tahun 2020-2024.

Purwaningrum dkk. 2022. Kegiatan Posyandu dan manfaatnya bagi Ibu dan Anak. Alodokter, Kemenses RI.

World Health Organization. 2018. Nurturing Care for early childhood development: a framework for helping children survive and thrive to transform health and human potential. WHO

Downloads

Published

2024-08-26